Ketahuilah Betapa Pentingnya Peran Orangtua Dalam Keberhasilan Hidup Anak

Semua orangtua berharap anak mereka kelak akan menjadi pribadia yang sukses dalam hidup. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak mereka dilembaga pendidikan terbaik.

Namun, apakah benar pendidikan formal adalah jaminan keberhasilan anak ?

Jawabannya: TIDAK!

Untuk usia membantu anak berhasil dalam hidupnya kelak, orangtua perlu mencermati hal-hal mendasar yang dibutuhkan anak sebagai fondasi keberhasilan hidup.

Hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah konsep diri, sikap, kepribadian, karakter, nilai hidup, kepercayaan, kejujuran, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, dan motivasi yang tinggi.

Secara ringkas orangtua perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Membantu anak mengenali dirinya (kekuatan dan kelemahannya)
  • Membantu anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya
  • Membantu meletakkan fondasi yang kukuh untuk keberhasilan hidup anak
  • Membantu anak merancang hidup

Peletakan fondasi sukses diawali sejak anak lahir dan berlanjut tiga tahun pertaman. Selanjutnya, dengan bekal yang didapat selama tiga tahun pertama dalam hidupnya, anak mengembangkan dirinya untuk tiga tahun kedua.

Enam tahun pertama merupakan masa yang sangat kritis dalam hidup anak. Apa yang dipat selama  ini merupakan dasar untuk mengonstruksi dirinya pada enam tahun kedua dan ketiga.

Proses yang dilalui anak pada masa sekarang ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi pendidikan dapat membantu seorang anak untuk mengembangkan kapasitas intelektualnya. Disisi lain, karena proses yang salah, pendidikan sering kali justru menjadi penghambat hidup anak kelak.

Mengapa bisa begini ?

Masa kritis anak, dalam proses pendidikan formal, adalah selama lima tahun pertama mereka di SD. Masa ini merupakan masa yang sangat menentukan karena sering kali konsep diri anak dan rasa diri mampu dan berharga justru rusak akibat proses pembelajaran yang tidak manusiawi yang hanya menempatkan anak sebagai objek pendidikan.

Semua anak pada dasarnya terlahir dengan potensi menjadi genius. Masing-masing anak mempunyai keunggulan diaspek kecerdasan yang berbeda. Hal ini sejalan dengan teori multiple intelligence.

Sayangnya, sistem pendidikan kita hanya mengakomodasi dan menghargai salah dua dari delapan kecerdasan yang ada, yaitu hanya menghargai kecerdasan logika (matematika) dan bahasa (linguistik).

Setiap anak mempunyai kepribadian dan keunikan tersendiri. Salah satu keunikan mereka adalah gaya berlajar.

Ada 3 gaya belajar anak yang dominan,

  • Gaya belajar visual (berdasarkan penglihatan)
  • Gaya belajar auditori (berdasarkan pendengaran)
  • Dan, gaya belajar kinestetik (berdasarkan sentuhan/gerakan).

Setiap gaya berlajar ini mempunyai cara belajar yang berbeda. Prestasi akademik anak yang rendah seringkali disebabkan karena guru tidak mengerti cara mengajar yang benar, yang sesuai dengan kepribadian dan gaya belajar murid.

Oleh karena itulah, betapa pentingnya kita sebagai orang tua ataupun pengajar untuk mengetahui kepribadian sang anak, dan mengetahui gaya belajar sang anak yang sesungguhnya.

Itulah tadi  penjelasan lengkap tentang peran orangtua untuk menunjang keberhasilan hidup anak. Yang mana hal inilah yang seharunya disadari orangtua terlebih dahulu sebelum melepaskan sang anak didunia pendidikan yang sebenarnya.

Sarana Spiritual Kecerdasa Miss Moza -> Mustika Aura Sulaiman